Oleh John Murray, LG#105. Bahasa Indonesia oleh Triyan W. Nugroho.

Tentang IDesk

Di samping popularitas GNOME dan KDE, banyak pengguna yang lebih memilih untuk menggunakan window manager yang lebih ringan dan lebih sederhana, daripada menggunakan lingkungan desktop yang terlalu berlebihan. Dan dengan alasan yang bagus, peningkatan performa komputer dengan menggunakan window manager yang cepat dan ringan - misalnya IceWm, Blackbox atau Windowmaker - seringkali naik secara dramatis, khususnya pada komputer dengan spesifikasi rendah.

Kebanyakan window manager yang ringan tersebut tidak memiliki kemampuan untuk menampilkan ikon desktop, dan untuk beberapa orang, hal ini bukanlah suatu masalah. Namun bagi beberapa orang yang lain, mungkin akan merasa kesulitan untuk menyesuaikan diri, terutama jika mereka datang dari lingkungan desktop atau sistem operasi yang lain yang menggunakan ikon. Karena hal tersebut, terciptalah IDesk - sebuah tool untuk mengatur ikon pada desktop.

Terdapat beberapa cara untuk menampilkan ikon pada desktop anda. Anda bisa saja menjalankan Nautilus atau kdesktop. Namun, terdapat beberapa kelemahan pada tool-tool tersebut; disamping mereka akan memakan resource yang besar, mereka juga akan mengambil alih desktop anda, serta membajak pengaturan klik mouse pada window manager. Kebalikan dari hal tersebut, IDesk tidak membutuhkan memori yang besar dan tidak melakukan apapun kecuali mengatur ikon-ikon anda, sehingga window manager yang anda gunakan akan bertingkah laku tepat seperti yang anda harapkan. Dan tidak seperti tool-tool kecil lainnya, IDesk tidaklah memiliki penampilan yang buruk dan sederhana. IDesk mendukung efek-efek penghias seperti transparansi. Berikut ini daftar fitur seperti dijelaskan pada website IDesk:

  • Eksekusi banyak perintah shell secara bersamaan
  • Aksi-aksi yang dapat dikonfigurasi secara penuh
  • Dukungan gambar PNG
  • Dukungan gambar SVG dengan skala
  • Font anti-alias Xft
  • Pseudo-transparency
  • Font yang memiliki bayangan (shadow)
  • Peletakan ikon yang didekatkan ke grid (snap to grid)
  • Hanya menampilkan caption pada mouse-over
  • Update latar belakang secara otomatis dengan Esetroot

Jika anda merasa tertarik dengan fitur-fitur di atas, mungkin anda harus melihat-lihat beberapa screenshots untuk memastikan seberapa bagus tampilan sebuah desktop yang cepat dan ringan.

Mendapatkan dan Menginstal IDesk

Anda bisa mendownload source codenya dari situs IDesk, ditambah terdapat pula paket binari yang tersedia dalam format deb dan RPM. Instalasi dalam format-format tersebut sangatlah mudah.

Setup

Sebelum anda dapat menjalankan IDesk, anda membutuhkan sebuah file .ideskrc pada direktori home anda. Anda akan mendapatkan sebuah contoh yang dapat anda salin pada file /usr/share/doc/idesk/README. File ini dapat diedit untuk mengatur penampilan dan tingkah laku IDesk, misalnya untuk mengatur font dan level transparansi. Ini adalah contoh isi file .ideskrc yang saya gunakan:

table Config
  FontName: verdana
  FontSize: 12
  FontColor: #ffffff
  Locked: false
  Transparency: 0
  Shadow: true
  ShadowColor: #000000
  ShadowX: 1
  ShadowY: 2
  Bold: false
  ClickDelay: 200
  IconSnap: true
  SnapWidth: 55
  SnapHeight: 100
  SnapOrigin: BottomRight
  SnapShadow: true
  SnapShadowTrans: 200
  CaptionOnHover: false
end

table Actions
  Lock: control right doubleClk
  Reload: middle doubleClk
  Drag: left hold
  EndDrag: left singleClk
  Execute[0]: left doubleClk
  Execute[1]: right doubleClk
end

Anda juga akan membutuhkan sebuah folder .idekstop pada direktori home anda. IDesk menggunakan sebuah file teks kecil (yang disebut sebagai linkfile) yang mewakili tiap-tiap ikon. File-file berekstensi .lnk tersebut berada pada folder ini. Contohnya adalah sebagai berikut:

table Icon
  Caption: Gnumeric
  Icon: /usr/share/idesk/icons/gnumeric.png
  X: 31
  Y: 442
  Command[0]: gnumeric
  Command[1]: gedit ~/.idesktop/gnumeric.lnk
end

Baris Command[0] dan Command[1] menunjukkan perintah ketika kita melakukan klik kiri dan klik kanan. Jangan khawatir dengan pengaturan nilai X dan Y, karena anda bisa melakukan drag pada ikon untuk meletakkannya pada posisi yang anda inginkan, dan posisi tersebut akan diingat kembali pada sesi berikutnya.

Pengguna yang baru mungkin akan tertarik dengan paket idesk-extras. Paket ini berisi satu set ikon-ikon png untuk aplikasi-aplikasi yang sering digunakan, serta contoh file .ideskrc dan .lnk.

Menjalankan IDesk

Cara terbaik untuk menjalankan IDesk untuk pertama kali adalah melalui sebuah prompt shell, sehingga anda dapat melihat setiap pesan kesalahan yang mungkin ada. Jika anda merasa cukup puas dengan konfigurasi yang anda lakukan, anda dapat menambahkan perintah idesk & pada skrip startup window manager yang anda gunakan.

Bug dan Keanehan

Saat ini IDesk tidak lagi aktif dikembangkan, versi terakhir yang tersedia adalah 0.56. Walaupun berada pada versi beta, setidaknya bagi saya, IDesk telah bertingkah laku dengan sempurna, walaupun beberapa orang telah melaporkan adanya bug dan terdapat beberapa keanehan kecil. Yang pertama adalah jika anda melakukan kesalahan konfigurasi pada salah satu file .lnk - misalnya anda menggunakan perintah atau alamat ikon yang tidak valid - IDesk tidak akan mau dijalankan. Dengan kata lain, walaupun hanya satu ikon yang salah konfigurasi, tidak akan ada satupun ikon yang ditampilkan. Jika hal ini terjadi, cobalah untuk merestart IDesk dari command line dan pesan kesalahan yang ditampilkan akan menunjukkan kesalahan yang anda lakukan.

Keanehan yang lain berhubungan dengan cara peletakan ikon. Ikon-ikon tersebut “dicantolkan” dari sudut kiri atas gambar ikon, dan bukan pada bagian tengah atau pada label. Selama ikon-ikon yang anda gunakan memiliki ukuran yang sama - 48×48 mungkin telah memenuhi kebutuhan anda - mereka akan memiliki jarak yang seragam. Namun jika ukuran ikon yang anda gunakan bervariasi, ikon-ikon tersebut mungkin akan terlihat sedikit tidak teratur.