Oleh AmirAli Lalji, LG#094. Bahasa Indonesia oleh Triyan W. Nugroho.
Abstrak
Artikel ini dikhususkan bagi pengguna baru Linux untuk memberikan pemahaman dasar mengenai direktori /etc.
Pengantar
Pendatang baru Linux, khususnya yang berlatar belakang Windows, sering merasa kesulitan memahami file-file yang ada di dalam direktori /etc. Di dalam artikel ini saya akan memberikan penjelasan singkat mengenai beberapa file tersebut dan apa kegunaannya. Tetapi, sebelum kita masuk lebih jauh ke dalam direktori /etc, saya peringatkan bahwa perubahan pada beberapa file tersebut dapat menjadikan sistem anda tidak stabil, atau dalam keadaan tertentu, tidak dapat diboot. Anda harus membuat backup file-file tersebut sebelum membuat perubahan sekecil apapun.
Mari mulai menyelam…
/etc/exports
File ini berisi konfigurasi partisi untuk memuat NFS (Network File Systems). File tersebut menunjukkan bagaimana partisi dimount dan dishare dengan sistem Linux/UNIX lainnya.
/etc/ftpusers
File ini berisi nama-nama login dari user yang tidak diperbolehkan login melalui FTP. Direkomendasikan untuk menambahkan user root ke dalam file ini demi alasan keamanan.
/etc/fstab
File ini akan secara otomatis memount filesistem yang tersebar pada beberapa drive atau partisi yang terpisah. File ini selalu dicek ketika sistem melakukan boot dan saat filesistem dimount.
/etc/hosts.[allow, deny]
Anda dapat mengontrol akses ke jaringan anda dengan menggunakan file-file ini. Anda dapat menambahkan host ke dalam file host.allow untuk memberikan akses ke jaringan, atau menambahkan host ke dalam file host.deny untuk mencegahnya mengakses jaringan.
/etc/inetd.conf or /etc/xinetd.conf
File inetd dapat disebut sebagai induk dari servis-servis jaringan. File ini bertanggung jawab untuk memulai servis seperti FTP, TELNET, dan sebagainya. Beberapa distribusi Linux datang dengan xinetd.conf yang merupakan singkatan dari Extended Internet Services Daemon, yang memberikan semua fungsionalitas dan kemampuan inetd, serta mengembangkannya lebih jauh.
Disarankan untuk memberikan tanda komentar pada servis yang tidak anda gunakan.
/etc/inittab
File ini menjelaskan apa yang dilakukan atau proses apa yang dijalankan pada saat booting atau pada runlevel yang berbeda. Runlevel adalah keadaan dimana Linux berada. Linux memiliki 7 buah runlevel, dari 0 sampai dengan 6.
/etc/motd
File yang berarti “message of the day” (pesan harian) ini dieksekusi dan ditampilkan isinya setiap kali kita berhasil login.
/etc/passwd
File ini berisi informasi user. Ketika ada user baru yang ditambahkan, sebuah entri juga akan ditambahkan ke dalam file ini yang berisi nama login, password dan sebagainya. File ini dapat dibaca oleh semua orang di sistem. Jika bagian password berisi “x” maka password yang terenkripsi disimpan dalam file /etc/shadow yang hanya bisa diakses oleh user root.
/etc/profile
Ketika seorang user login, sejumlah file konfigurasi akan dieksekusi, termasuk /etc/profile. File ini berisi informasi global mengenai setting dan startup untuk bash shell.
/etc/services
File ini bekerja bersama file /etc/inetd.conf atau /etc/xinetd.conf (lihat di atas). File ini menentukan port mana yang digunakan oleh servis yang ada pada file inetd.conf, sebagai contoh FTP/21, TELNET/23.
/etc/securetty
File ini memberikan daftar tty dimana root diperbolehkan login. Untuk alasan keamanan, sebaiknya root hanya login melalui tty1.
/etc/shells
File ini berisi nama dari semua shell yang terinstal pada sistem beserta path lengkapnya.
Akhirnya…
Saya harap anda menikmati artikel ini dan semoga dapat membantu anda memahami direktori /etc. Anda mungkin menemukan subdirektori lain di dalam direktori /etc yang spesifik terhadap aplikasi tertentu, misalnya /etc/httpd, /etc/sendmail adalah file-file yang spesifik terhadap apache dan sendmail.