Oleh Jimmy O’Regan, LG#102. Bahasa Indonesia oleh Triyan W. Nugroho.
Selamat datang di Songs in the Key of Tux. Dalam beberapa edisi mendatang saya berharap bisa memperkenalkan beberapa paket yang tersedia di Linux untuk para musisi. Topik yang akan dibahas termasuk guitar tablature (artikel ini), music typesetting, sound recording dengan menggunakan perangkat lunak home studio seperti Ardour dan Ecasound, dan membuat musik elektronik dengan menggunakan beberapa synthesiser.
Jika anda mempunyai pertanyaan atau masukan, kirimkan email ke saya. Tetapi karena saya hanya menggunakan koneksi dial-up, dan membayar untuk setiap menitnya, mohon jangan mengirimkan file musik tanpa meminta persetujuan dari saya terlebih dahulu. Jika anda pikir artikel ini masih kurang jelas, maka dengan senang hati saya akan memperbaikinya. Semua artikel dalam seri ini terbuka untuk segala masukan, termasuk untuk urusan nama (rencananya saya akan menggunakan Tux#, namun ini mungkin akan membingungkan para penggemar Mono/.Net).
Songwrite
Selain sebagai penggemar komputer, saya juga seorang pemain gitar. Saya memutuskan untuk mulai belajar teori musik; atau setidaknya, cukup untuk membuat tablature sendiri. Seorang teman mengenalkan saya pada GuitarPro di Windows, yang masih saya butuhkan untuk mengakses Internet (saya menggunakan Winmodem), dan dengan menggunakannya saya akhirnya juga harus belajar dasar-dasar pembuatan tablature.
Saya tidak cukup puas dengan program ini, dan mulai mencari program lain yang sesuai yang berbasis Linux. Pertama kali saya temukan KGuitar, namun saya tidak berhasil mengkompilasinya, dan satu-satunya binari yang saya temukan tidak mendukung MIDI; saya masih dalam tahap belajar, sehingga saya merasa perlu mendengarkan suara dari apapun yang saya masukkan untuk meyakinkan bahwa itu benar.
![[Songwrite screenshot]](http://linuxgazette.net/issue97/misc/oregan/songwrite-screen.png)
Saya sudah beberapa kali mendengar adanya Songwrite, namun saya tertarik menggunakannya saat melihat screenshot yang tersedia di websitenya. Songwrite berbasis pada GTablature, namun penulis program tersebut tidak suka dengan perubahan API pada GNOME 2, kemudian menulis ulang GTablature dengan menggunakan Tk, dan kemudian menamainya dengan Songwrite. Menurut saya tampilan Tk sangat buruk, dan saya selalu berusaha untuk menghindarinya sebisa mungkin, namun saya tergoda untuk mencoba Songwrite setelah melihat sepak terjang program tersebut beberapa tahun terakhir.
Tablature Gitar
Tablature gitar adalah lingua franca bagi gitaris rock. Kebanyakan dari mereka belajar sendiri, atau hanya mendapatkan pelajaran dasar, dan tidak membaca musik. Tablature menunjukkan letak-letak jari pada sebuah lagu, sehingga lebih mudah dipahami oleh gitaris. Kebanyakan tablature yang tersedia di Internet hanya menampilkan letak jari untuk sebuah lagu dalam teks ASCII. Sebagai contoh, E minor arpeggio tampak seperti ini:
e|-----------------0--------| B|--------------0-----0-----| G|-----------0-----------0--| D|--------2-----------------| A|-----2--------------------| E|--0-----------------------|
Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa program mulai tersedia, sehingga gitaris yang sedikit memiliki pengetahuan mengenai teori musik dapat memanfaatkan komputer untuk memainkan lagu mereka, menghindari penggunaan teks biasa, dan perlunya seorang gitaris yang tidak dapat membaca sheet lagu untuk memiliki CDnya. Hanya masalah waktu sebelum gitaris Linux merasa membutuhkan program semacam itu, dan membuat perangkat lunak mereka sendiri.
![[E-minor arpeggio]](http://linuxgazette.net/issue97/misc/oregan/songwrite-screen2.png)
Songwrite adalah satu di antara beberapa program tablature yang tersedia di Linux, dan meskipun masih dalam versi awal (saya menggunakan versi 0.12), program ini sudah stabil. Fitur-fitur yang tersedia di antaranya adalah:
- MIDI import/export
- Printing (menggunakan Lilypond)
- GuitarPro 3/4 Import
- Multiple tracks
- ASCII import/export
- XML file format
- Dukungan Songbook
Bagaimanapun, Songwrite juga memiliki keterbatasan. Sebagai contoh, program ini hanya mendukung rythm x/4 dan x/8 (walaupun dalam prakteknya ini tidak menjadi masalah yang berarti), tidak mendukung harmonics, dan walaupun mendukung lekukan string, ia tidak mendukung pelepasan lekukan, atau lekukan tipe “whammy bar”. Namun Songwrite masih aktif dikembangkan, dan fitur-fitur penting yang baru masih terus ditambahkan pada setiap rilis, sehingga semoga ini hanya masalah waktu sebelum ia bisa menyaingi perangkat lunak Windows. Bahkan mungkin bisa mengalahkannya - tidak satupun dari program tersebut yang mendukung harmonics yang tidak standar, tetapi antarmuka Songwrite sepertinya mengatakan bahwa tidak akan terlalu sulit baginya untuk menambahkan dukungan ini.
![[Note properties]](http://linuxgazette.net/issue97/misc/oregan/songwrite-screen4.png)
Dukungan terhadap GuitarPro
GuitarPro adalah program tablature berbasis Windows yang paling populer, dan beberapa situs, seperti misalnya MySongBook.com, dimana orang dapat berbagi tab-tab favorit mereka dengan orang lain maupun program Windows lain yang mendukung format tersebut. Dukungan terhadap format GuitarPro merupakan hal yang sangat penting untuk semua orang yang ingin melakukan transisi dari Windows, atau untuk bisa mengakses ribuan tab-tab yang tersedia dalam format tersebut.
Karena sebelumnya saya pernah mencoba versi pre-release dari KGuitar, saya tidak berharap banyak dari fasilitas impor GuitarPro pada Songwrite. Ada beberapa masalah. Ia tidak dapat menangani durasi nada yang tidak standar (walaupun ia mendukung triplet), pengenalan bar-bar yang diulang dan nada yang di-link masih kurang, dan ia juga tidak mengenali perubahan tempo serta memiliki kesulitan dalam mengimpor tab yang rumit. Beberapa fitur yang tidak dimilikinya tidak menjadi masalah ketika kita sampai pada fasilitas impor GuitarPro. Walaupun dukungan time signature yang tidak standar sangat terbatas, ia masih dapat memainkan file sederhana tanpa masalah.
Mari kita mulai
Saat anda pertama kali menjalankan Songwrite, anda akan dihadapkan pada sebuah layar kosong. Memasukkan nada sama simpelnya sebagaimana pada program-program lain: klik pada baris yang merepresentasikan string yang ingin anda masukkan, dan ketikkan nomor fret. Untuk memainkannya, tekan tombol spasi.
Memasukkan kord juga sama mudahnya, dan sebagai bonus, Songwrite dapat melakukan copy dan paste kombinasi apapun dari nada dan kord, tidak hanya bar saja. Anda tinggal memilih area musik yang ingin anda salin, dan klik-tengah untuk paste. Ia juga mengijinkan anda meletakkan fragmen kord pada grup string yang lain.
Fitur lain yang hanya dimiliki oleh Songwrite adalah kemampuan untuk memasukkan nada dimanapun pada bar. Pada program tablature yang lain, anda harus memasukkan sebuah nada sebelum memasukkan nada selanjutnya. Hal ini berguna jika anda sedang menulis musik dan anda tidak begitu yakin nada atau kord yang mana yang sedang dimainkan, atau jika musiknya muncul belakangan di bar - lead fill dan vocal harmony dapat dimasukkan dengan jauh lebih mudah dengan memanfaatkan fitur ini.
![[Selecting an area of music]](http://linuxgazette.net/issue97/misc/oregan/songwrite-screen3.png)
Hal-hal yang harus diperhatikan
Ketika melakukan paste, klik pada string tertinggi yang digunakan di kord. Sebagai contoh, jika anda ingin mempaste kord G5 sebagai kord C5, anda harus mengklik pada string G. Jika anda mengklik di bawahnya, Songwrite akan menambahkan string tambahan pada tata letak fret anda.
e|-----------|
B|-----------|
G|--------5--|
D|--5-----5--|
A|--5-----3--|
E|--3--------|
G5 C5
Jika anda mencoba untuk melakukan sesuatu yang tidak didukung Songwrite, ia mungkin akan beranggapan bahwa itu adalah bagian dari file anda. Saya pernah suatu kali menemukan bahwa ia memasukkan rythm yang aneh pada file saya, berpikir bahwa perubahan tersebut telah ditolak. Jika anda menemukan pesan kesalahan, gunakan Undo, dan periksalah jika ada sesuatu yang berubah.
Kompetisi
Songwrite saat ini hanya memiliki dua kompetitor utama (walaupun ada beberapa program untuk membantu membuat tab ASCII sederhana) - KGuitar dan Gnometab. KGuitar mungkin menjadi pilihan utama bagi gitaris yang baru mengenal teori musik. Versi terakhirnya memiliki kemampuan untuk mengklik rhytm pada sebuah riff dengan tombol mouse - KGuitar kemudian akan berusaha untuk menentukan durasi nada dan time signature-nya. Saya tidak bisa berkomentar seberapa bagus fitur ini bekerja, karena saya masih belum bisa mengkompilasinya. Dari versi yang telah saya coba, bisa dikatakan bahwa tool ini sungguh mengagumkan.
Saya belum pernah mencoba Gnometab, jadi saya tidak bisa berkomentar banyak. Namun dapat saya katakan bahwa program ini memiliki antarmuka yang paling baik di antara program tablature lain yang pernah saya lihat.
Contoh
Bagi mereka yang menyukai tantangan, yang mungkin tertarik menggunakan Songwrite, saya sertakan sebuah tarball yang berisi file-file GuitarPro. Banyak yang tidak bisa diimpor, namun saya mempercayai pengembangan Songwrite, sehingga saya menyertakan file-file tersebut sebagai bukti artikel ini di masa mendatang. Saya juga menyertakan file-file midi, sehingga anda akan tahu seperti apa suara yang akan dihasilkan. [examples.tar.gz]
Links
Catatan Penerjemah
Walaupun saya sedikit bisa bermain gitar, namun saya sama sekali buta terhadap teori musik. Mohon koreksi jika ada istilah-istilah yang membingungkan.
Amri responded on 13 Agu 2008 at 12:44 pm #
Thx infonya brow, memang tablature itu jauh dari teori musik dan diciptakan untuk belajar musik, tidak ada belajar langsung bisa,
Guitar pro bagus banget mnrt gw bisa dipake siapa saja, gw jg lagi belajar guitar pro, ajarin gw yaw coz gw bukan gitaris
Teruslah berkarya, Maju terus musik indonesia